Lapis Legit yang Mengigit

Apa yang terbayang saat Anda melihat kue lapis legit? Lembut di lidah dan lezat dimakan. Kue ini serasa melumer di mulut saat bercampur air liur dan terasa nikmat ketika bertandem dengan minuman hangat. Sama persis ketika SINYAL mulai membedah ponsel ‘lapis legit’ dari negeri Tiongkok. Berlabel Lenovo Vibe X2 dengan gaya multi-layer di area cangkangnya. Seolah terkesima dengan kekokohan balutan material solidnya. SINYAL turut larut dalam nikmatnya jelajah fi tur di interior X2. Nggak percaya? ikuti kulikannya.

Lapis Legit yang Mengigit

Desain

Sendy Rukiandi: tanya dong desainnya vibe x2 termasuk pelopor atau tidak ?ltilayered jadi pembeda buat VIBE X2 ini, Mantap deh Sami’un Season-tri Sang Nokiaashallovers: Dari pengamatan saya LENOVO VIBE X2 ini tak mendukung ekpansi Memory external, juga Body kerap panas saat saya HandsOn memang ini kerap terjadi pada Smartphone Non-Removable? Yang menjadi Point Plus adalah Design yang multi-layered jadi pembeda buat VIBE X2 ini, Mantap deh Papah Fertha: 1.sdh bs os android lollipop blm min 2.hpnya setipis apa seh min klo di banding oppo r5 3.tochscreennya bs di pke sarung tangan gak min penggunaanya dan tahan air gak min hpnya Makasih….. Bentuk kotak dengan siku menumpul menjadi identitas X2. Kaca depan full riben membungkus layar berukuran 5 inch.

Sementara tubuh belakang dihiasi material logam yang kuat. Identitas yang sempurna untuk sebuah ponsel menengah yang mengedepankan fashion dibandingkan rival di kelasnya. Nah, sekarang saatnya menjawab beragam pertanyaan seputar desain dari SINYALOVA. Buat layer design Vibe X2 memang pionir untuk smartphone. Ponsel ini satu-satunya ponsel yang mengadopsi tumpukan material logam a la lapis legit. Lalu bagaimana saat dibandingkan Oppo R5? Tentu saja perbedaannya sudah terlihat cukup menyolok. Ukuran lebih ramping dan bobot yang lebih ringan. Lenovo Vibe X2 (140.2 x 68.6 x 7.3 mm/120 g) dan Oppo R5 (148.9 x 74.5 x 4.9 mm/155g).

Otomatis luas layar pun berbeda, 5 inch milik Vibe X2 berbanding 5,2 inch punya R5. Tingkat sensitive layar X2 patut diacungi jempol. Ponsel dengan layar IPS LCD full HD ini begitu responsive. SINYAL mengeksekusinya dengan sarung tangan, layar tetap member umpan balik yang gegas. Nah, kalau ditanya tahan air apa tidak? Jawabannya 100% tidak, X2 tidak memiliki sertifi kasi IP layaknya ponsel outdoor. Wajarlah, namanya juga ponsel buat bergaya. Soal panas bodi, X2 memang cukup menghangat ketika diajak aktivitas lumayan berat secara ber samaan. Tapi SINYAL masih menganggap tak terlampau parah. Untuk pertanyaan lainnya akan disesuaikan dengan bahasan fi turnya yaaa…

Kinerja

Echy Chuby: RAM nya brp? Sudah 3 Gb atau msh 2 Gb? Abbe Budiman: android nya kitkat bukan yaaa? bisa upgrade oœ cial ke Lolipop ngga nihhh..smartphone setipis itu daya tahan batrenya bagaimana? * Sudahh 4G LTE gak mim kartunya Dual sim gak? Dilar Rinaldi: Baterainya brp mAh? Kuat di pake brp jam dari fullcharge? Rodin Hood: 1. udah suport otg sam hdmi belum min? Lenovo Vibe X2 menggunakan dapur pacu berprosesor MediaTek MT6595m True8Core, Quad-core 2.0 GHz Cortex-A17 & quad-core 1.7 GHz Cortex-A7 dengan pemroduksi grafi s PowerVR G600, sementara sokongan RAM-nya 2 GB. Kinerja yang ditawarkan cukup baik untuk ponsel kelas menengah. Terlebih lagi kerapatan layar 441 ppi membuat visual tajam dan jernih. Untuk software, X2 masih mengadopsi Android KitKat 4.4.2.

Apakah akan bisa di-upgrade ke Lollipop? Sampai artikel ini ditulis pihak Lenovo secara resmi belum mengeluarkan update software-nya. Di koneksi jaringan X2 memiliki koneksi jaringan 4G LTE. Saat SINYAL membenamkan kartu XL 4G pun langsung muncul di markas besar SINYAL di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Baterai, ini yang menjadi salah satu perangkat krusial pada sebuah smartphone. SINYAL sengaja mengaktifkan ponsel dalam keadaan standby dengan dua buah slot SIMcard (Mini dan Micro) aktif dengan beragam email. Ponsel bisa bertahan kurang lebih dua hari.

Sementara dengan penggunaan normal, X2 hanya mampu bertahan satu hari kurang. Ya, pagi diisi penuh, beranjak sore sudah harus di-charge lagi. Aktivitas yang dilakukan antara lain bermain game, email, social media, chatting, youtube, dan lainnya. SINYAL masih menganggapnya wajar, karena baterai yang dipunya X2 hanya 2300 mAh. Aspek koneksi ini yang sangat disayangkan SINYAL, X2 belum support On the Go sehingga tidak mampu membaca data di fl ashdisk yang dicolok ke port micro USB-nya.

Perisai radiasi Panas Matahari Terbaik untuk Judi Online

Perisai radiasi Panas Matahari Terbaik untuk Judi Online – Cuaca panas. Hal ini kerap kita rasakan karena hidup di daerah tropis. Matahari yang bergeser seiring perjalanan waktu, menyorotkan sinarnya menerpa isi bumi, termasuk bangunan rumah. Terlebih di siang hari, ketika matahari berada tegak di atas bumi, rumah menjadi sangat panas. Panas yang dirasakan ini diakibatkan oleh tingginya suhu atap yang bisa mencapai 60oC, lalu mengalir ke bawah atap hingga ke bagian plafon.

Perisai radiasi Panas Matahari Terbaik untuk Judi Online

Kondisi ini mengakibatkan rasa tidak nyaman bagi penghuni rumah. Jika matahari sudah tenggelam, bukan berarti masalah panas itu usai karena udara panas yang terperangkap di atas plafon akan bergerak turun ke ruangan. Hal ini akan berdampak pada suhu rumah, terlebih jika sirkulasi udaranya kurang baik. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi panas di dalam rumah, yaitu membuat ventilasi di plafon. Atau, dulu ada yang menggunakan glasswool untuk mengurangi panas di atap.

Namun kini glasswol diragukan keamanannya karena bisa berubah menjadi serpihan serupa remahremah yang bisa berbahaya jika masuk dalam pernapasan. Kini ada cara praktis yang dipilih orang untuk mengurangi panas dalam rumah. Di pasaran tersedia banyak material bangunan yang mampu menangkal panas yang kerap disebut insulasi. Sering kita jumpai rumah yang sedang dibangun yang bagian atapnya ditutup menggunakan lembaran berwarna perak. Itulah insulasi yang bahan utamanya berupa kertas perak lembaran yang disebut aluminium foil. Merek insulasi yang beredar di antaranya adalah Air-cell, Zelltech, Primary, dan Hillon. Bahan yang digunakan bermacam-macam, yaitu busa, polyethylene, polyester, dan fiber. Bahan-bahan itu didesain sedemikian rupa lalu dilapisi lagi dengan aluminium foil. Insulasi dijual dalam bentuk gulungan atau rol dengan ukuran beragam, yaitu 1,2m x 30m; 1,2m x 40m; dan 1m x 20m.

Memantulkan dan Menahan Panas

Lembaran insulasi itu digelar di atas rangka atap sebelum ditutup dengan penutup atap. Aluminium termasuk bahan terbaik setelah emas dan perak dalam memantulkan panas. “Aluminium murni akan memantulkan radiasi panas matahari hingga 97%,” kata Reffy Runtukahu dari PT Cellcius Indoperkasa, produsen Zelltech. Dari hasil uji, suhu atap yang semula 51,6oC tanpa insulasi, bisa turun menjadi 30,3oC jika bagian atapnya dilapisi dengan insulasi. Dengan demikian ruang di bawahnya pun menjadi lebih adem. Selain memantulkan, insulasi juga menahan panas. Contohnya, Air-cell yang terbuat dari LDPE (low density polyethylene) yang membentuk kantong udara berupa rongga atau bubble.

Ronggarongga tersebut berfungsi sebagai perangkap radiasi panas sehingga tidak mengalir ke ruang di bawahnya. Bagian atas dan bawah rongga ini dilapisi aluminium foil 99,40%, yang dirancang dengan bentuk kotak-kotak agar lebih kuat dan tahan robek karena tarikan saat dipasang. Sedangkan insulasi merek Hilon menggunakan bahan dasar polyester (seperti bahan dakron untuk bantal) yang bagian atasnya dilapisi aluminium setebal 30 mikron yang tahan api. “Selain menyerap panas, polyester ini juga mampu meredam suara hingga 20- 25 desibel,” kata Muhammad Akbar Suudi, Marketing PT Hilon Felt.

Hemat Listrik

Kemampuan insulasi dalam menolak radiasi panas membuat suhu di dalam ruangan menjadi lebih stabil dan nyaman. “Oleh karena itu penggunaan AC pun bisa diminimalkan sehingga pemakaian listrik pun lebih hemat,” kata Fery Ferdiyanto dari Primary Therma Shield Anda juga akan merasa lebih tenang karena insulasi ini juga bisa berfungsi sebagai pencegah kebocoran. Menilik fungsinya yang beragam, orang pun mulai membuat perhitungan biaya jika ingin mengaplikasikannya. Walau berbentuk lembaran dalam gulungan rol, insulasi ini dijual dengan ukuran per m2 dengan kisaran harga Rp60.000 – Rp80.000.

Membesut Performa Kebun Rakyat

Jumlah penduduk planet bumi yang pada 2050 ditaksir mencapai 9 miliar jiwa membutuhkan pasokan hasil pertanian, termasuk perkebunan, 70% lebih banyak daripada sekarang. Namun untuk mengejar kebutuhan itu, banyak tantangan yang menghadang.

Lahan tidak bertambah, bahkan berkurang akibat alih fungsi untuk berbagai kepentingan di luar pertanian, tapi di sisi lain produksi harus lebih banyak. Tambahan lagi, terjadinya perubahan iklim yang mempengaruhi performa tanaman di lapangan. “Itu semua merupakan tantangan perkebunan yang harus diatasi. Satu-satu nya cara, yaitu (dengan, Red.) teknologi.

Tidak mungkin tanah bertambah. Di Kalimantan semua sudah moratorium karena gambut. Kita tidak bisa nambah lagi sawit di situ. Kita tidak bisa menambah lagi sawah di situ dan sebagainya, namun kebutuhan penduduk bertambah,” ucap Wapres Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaan konferensi internasional “World Plantation Conference and Exhibition (WPLACE) 2017” di Jakarta, 18-20 Oktober 2017.

Acara yang digelar PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) ini mengusung tema “Plantation in the Current and Future Challenges”. Menurut laporan panitia, Dr. Teguh Wahyudi, Direktur RPN, jumlah peserta konferensi sebanyak 1.500 peserta dari 33 negara yang terdiri dari peneliti, pebisnis, investor, bankir, pejabat pemerintah, bahkan petani kecil.

Lebih jauh Wapres mengungkap kondisi komoditas-komoditas andalan Indonesia dulu dan saat ini. Dulu Indonesia mengekspor gula, tetapi sekarang mengimpor. Demikian pula dengan kakao, Indonesia mengekspor tetapi juga sekarang mengimpor.

Itu semua karena pertumbuhan populasi. Jadi masa depan tergantung Anda para ilmuwan, para teknokrat untuk menciptakan teknologi dari riset. “Semoga konferensi ini bermanfaat bagi masyarakat kami dan dunia. Semoga teori Malthus tidak terjadi karena ada teknologi,” pungkas JK.

Bertumpu ke Sawit Rakyat

Di antara enam komoditas perkebunan an dalan Indonesia, sawit yang paling dominan. Sebagai penghasil minyak sawit terbesar di dunia, komoditas ini menyumbang pemasukan negara sampai Rp240 triliun tahun lalu. Ini devisa terbesar menga lahkan migas yang selama bertahuntahun menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Kendati begitu, industri sawit tak lepas dari permasalahan. Prof. Bungaran Saragih yang tampil dalam sesi kelapa sawit WPLACE melihat kebun sawit kita semakin bertumpu pada kebun rakyat. Luasannya terus bertambah. “Dari 3.275 ha pada 1990 menjadi 1,2 juta ha pada 2000. Dalam 15 tahun berikutnya, area kebun sawit petani kecil sudah mencapai 4 juta ha.

Ini sebuah prestasi yang unik, bahkan mengalahkan revolusi hijau,” ujar pakar agribisnis IPB ini. Lebih jauh Ketua Dewan Pembina Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) ini memprediksi pada 2030, kepemilikan sawit rakyat akan terus berkembang sampai 60% dari tahun lalu yang mencapai 41%. Sementara total perkebunan swasta dari 53% menjadi 36%.

Jadi, benar-benar terlihat masa depan industri sawit kita terletak pada perkebunan rakyat. Sementara permasalahan utama kebun sawit rakyat di antaranya produktivitas yang rendah. “Meningkatkan produktivitas dari 3 ton minyak sawit (CPO dan PKO) menjadi 5-7 ton/ha (setara kebun swasta) membutuhkan strategi peremajaan dan perbaikan teknik budidaya yang simultan,” cetus Menteri Pertanian Kabinet Gotong Royong tersebut.

Peremajaan

Sementara itu, menurut Bambang, Dirjen Perkebunan, Kementan, “Dari 4,7 juta ha sawit rakyat, sebanyak 2,4 juta ha lebih dikembangkan secara tradisional oleh petani. Tanamannya tidak bersumber dari benih yang baik.

Dari hitungan saya, kalau dari 4,7 juta ha dinaikkan produkvitasnya dari 2 ton sampai menjadi 8 ton/ha, setiap tahun kita mendapatkan tambahan Rp125 triliun dari nilai tambah produktivitas tadi. Dan itu sangat mungkin,” katanya di sela-sela WPLACE. Untuk mendongkrak produktivitas sawit rakyat, pemerintah mengambil langkah peremajaan.

Masih menurut Dirjenbun, dari 4,7 juta ha kebun sawit rakyat, seluas 2,4 juta ha berpotensi dibantu peremajaannya oleh Badan Pengelola Dana Perke bunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kebun layak peremajaan tersebut tidak semuanya tua, umur 25-27 tahun, tetapi ada juga yang produktivitasnya rendah lantaran ditanam dari benih asalan.

Bambang memperkirakan, sebanyak 400 ribu – 500 ribu ha berupa kebun tua dan sisanya kebun dari benih asalan. Peremajaan yang diresmikan Presiden Jokowi 13 Oktober lalu di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, seluas 4.446 ha. menandai dimulainya program yang ditunggu-tunggu petani kelapa sawit tersebut.

Target peremajaan tahun ini seluas 20.780 ha. “Tahun depan saya berharap bisa 100 ribu-200 ribu ha. Kalau nunggu 20 ribu ha per tahun ya sampai saya pensiun belum selesai. Kalau 2,4 juta dibagi 5 tahun, ya 500 ribu ha per tahun. Sekarang ini ya belum bisa karena pemasukan dana (pungutan CPO, Red.) nggak cukup untuk mendanai 500 ribu ha,” ucap mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara ini mafhum.

Usulan Perbaikan

Tampil di forum yang sama, Dono Boestami, Dirut BPDPKS menggambarkan krusialnya membantu peremajaan sawit rakyat. “Membantu meremajakan kebun dan meningkatkan produktivitas kebun rakyat akan mengurangi kebutuhan untuk pembukaan lahan,” ulas mantan Dirut PT Mass Rapid Transit tersebut. Ia berhitung, dari 2,4 juta ha kebun yang perlu diremajakan, 1,5 juta ha milik petani swadaya dan 900 ribu ha milik petani plasma.

Dengan meningkatkan produktivitas 2-3 ton/ha minyak sawit per tahun dan asumsi harga CPO US$700/ton akan menciptakan tambahan pendapatan sebanyak US$3,4 miliar – US$5,02 miliar/tahun. Peningkatan pendapatan sebesar ini akan mengerem pembukaan lahan hingga 1 juta ha. Untuk mendapatkan dana peremajaan dari BPDPKS yang besarnya Rp25 juta/ha, petani harus memenuh syarat legalitas kebun, keberlanjutan, dan layak sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pada panen tahun pertama.

Skema pembiayaannya tiga macam. Pertama, dana BPDPKS ditambah tabungan petani, plus kredit komersial dari bank. Kedua, dana BPDPKS ditambah kredit komersial dari bank. Ketiga, dana BPDPKS ditambah tabungan petani, dan bank sebagai pengelola dana titipan (kustodian). Lin Che Wei, advisor kebijakan Menko Perekonomian dan Menteri Agraria/ Kepala BPN melihat perlunya perbaikan program peremajaan yang membutuhkan dana Rp92 juta/ha itu.

Menurutnya, kunci suksesnya ada lima, yaitu fokus pada tujuan utama peremajaan berupa kesetaraan ekonomi, pelibatan pihak swasta sebagai penjamin, pembeli hasil panen, mentor praktik budidaya yang baik dan membantu verifikasi calon petani penerima dana peremajaan. Selain itu, pengembalian kredit juga akan berjalan baik bila petani tidak “selingkuh” menjual hasil panennya ke pihak lain.

Dan, yang juga penting ada standardisasi biaya administrasi dalam tahap praperemajaan dan peremajaan. Sementara Dirjenbun mengusulkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berbeda. KUR ini ber-grace period lima tahun dan suku bunga yang 9% diturunkan ke 5%.

75 Tahun PT Rutan Membangun Solusi Pangan Indonesia

Tujuh puluh lima tahun merupakan angka yang cukup panjang untuk membuktikan eksistensi suatu perusahaan dalam berkarya. Sejak kehadirannya pada 3 Agustus 1942 di Malang, Jawa Timur, PT Rutan telah berkontribusi dalam bidang manufaktur, produksi, perdagangan, dan distribusi, khususnya produksi mesin-mesin pertanian pratanam hingga pascapanen lengkap.

“Kami bisa bertahan selama ini karena dukungan bantuan bimbing an, dan kerja sama yang baik bapak-ibu dealer dan para pelanggan setia,” kata Budi Iskandar, Presiden Direktur PT Rutan dalam sambutannya pada Dealer & Prefered Customer Gathering 2017 PT Rutan yang disampaikan Paul Supangat, Direk tur Pemasaran dan Operasional PT Rutan di Jakarta, Sabtu (16/9).

Berkelanjutan

Sejalan dengan program swasembada pangan pemerintah, menurut Budi, kebutuh an alat dan mesin pertanian sangat besar. “Kesempatan dan pang sa pasar terbuka lebar bagi kita semua. Kita bisa sukses meraih kesempatan memenuhi kebutuhan pasar,” lanjutnya pada perayaan ulang tahun ke-75 PT Rutan.

Selama manusia membutuhkan pangan, bisnis di bidang pertanian akan terus berjalan dan tidak akan mati. Karena itu, Budi berharap dapat terus menjalin sinergi dan kerja sama yang baik serta saling menguntungkan dengan para dealer dan pelanggan. Budi Santosa, Komisaris PT Rutan menambahkan, saat ini Rutan sudah memasuki generasi ketiga dengan lebih dari 4.000 karyawan yang berkantor di Jakarta, Medan, Palembang, Lampung, Semarang, hingga Makassar.

Apa yang telah dicapai Rutan sejauh ini, sambungnya, ada lah karunia Tuhan yang harus disyukuri. Agar terus berkelanjutan, Rutan Group dimiliki dan dikelola oleh korporasi. “Karena manusia punya umur tapi perusahaan tergantung siapa yang meneruskan. Biar semua berjalan dengan baik dan perusahaan berjalan menurut hukum.

Sekalipun kami yang memulai dan membesarkan, kami rela silakan dilanjutkan babak berikutnya,” imbuh Budi yang berpandangan ke depan.

Visi dan Inovasi

Bertepatan dengan ulang tahun ke-75 itu, PT Rutan juga menerbitkan biografi Rutan Group berjudul Dunia Milik Penabur. Buku yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia ini diharapkan bisa menjadi rujukan terutama ba gi dunia pendidikan dan menjadi teladan bahwa membangun, mempertahan kan, dan mengembangkan suatu bisnis itu sama sekali tidak mudah.

“Tapi dengan kecintaan dan visi di masa depan, itu akan bisa dilaksanakan,” tandas Titi Prapti Utami, sang editor. Mengambil tema country yang bermakna umur panjang dan suasana santai, Rutan pun merilis video profil dengan mengusung semangat baru yang lebih membara. Perayaan ulang tahun berlangsung di dua tempat sekaligus, yaitu Surabaya dan Jakarta.

Setelah pemotongan tumpeng, acara diisi dengan ramah tamah dan makan malam bersama, hiburan, dan pembagian doorprize untuk pa ra dealer dan pengusaha penggilingan beras. Selain itu, Rutan memamerkan dua tipe mesin pemanen padi (combine harvester) model Dewi Sri. Menurut R. M. Andre Adriano, Project Manajer PT Rutan, mesin panen tipe baru ini telah melalui serangkaian riset dan sangat cocok dengan kontur lahan pertanian Indonesia.

Andre berharap alat panen bertenaga kecil ini bisa mendukung Indonesia swasembada alat dan mesin pertanian.